Semua Milikmu
Ketika Orang berkata disekelilingku…
dia memuji semua yang kumiliki,
tapi aku sadar semuanya tidak lebih sekedar titipan
bahwa rumahku adalah sekedar titipanNYA
bahwa motorku hanyalah titipanNYA
bahwa hartaku hanyalah titipan dariNYA
bahwa kasih dan cintaku adalah titipanNYA
disisi lain,
tak pernah terbersit untuk menanyakan,
Mengapa DIA memilihku untuk memilikinya?
untuk apa DIA menitipkan padaku?
Seketika aku merasa berat
ketika semua titipan itu BELIAU ambil
adakah aku harus meratapi semua yang bukan milikku?
ketika semua hilang
aku menyebutnya musibah
aku menyebutnya ujian
aku menyebutnya petaka
dan segala macam panggilan yang menggambarkan penderitaan
Pasti di dalam munajat malam dan disetiap akhir sholatku
aku minta semua yang mampu memuaskan syahwatku
aku ingin harta ya Rabb…
aku ingin rumahku lebih indah
aku ingin kaya
dan segala macam syahwat duniaku
bahkan dengan beraninya
aku menolak sakit
kutolak titipan kemiskinan
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku
Seakan
semua kasih sayang dan cintaNYA harus dihitung matematis
aku rajin beribadah,
maka seharusnya semua pendiritaan itu tidak ada
dan semua kenikmatan duniawi segera menghampiriku
dengan teganya aku minta DIA membalas “perlakuanku”
dan menolak senmua titah yang bukan inginku
Ya Rabb,
dikala tengadahku aku berucap syahdu
bahwa hidup dan matiku hanya untuk beribadah
—————————————————————————————–
One day you will ask me: What is more important to you, me or your life?
I will say: my life.
You will walk away from me without knowing that you are my life. yes you’re prepare to leave me now
—————————————————————————————–