//

Mass Follow

0 Twitter Accounts Inserted.Username:

@ 

Masih pantaskah aku mengeluh?

Semua Milikmu

Ketika Orang berkata disekelilingku…

dia memuji semua yang kumiliki,
tapi aku sadar semuanya tidak lebih sekedar titipan
bahwa rumahku adalah sekedar titipanNYA
bahwa motorku hanyalah titipanNYA
bahwa hartaku hanyalah titipan dariNYA
bahwa kasih dan cintaku adalah titipanNYA

disisi lain,

tak pernah terbersit untuk menanyakan,
Mengapa DIA memilihku untuk memilikinya?
untuk apa DIA menitipkan padaku?

Seketika aku merasa berat
ketika semua titipan itu BELIAU ambil
adakah aku harus meratapi semua yang bukan milikku?

ketika semua hilang
aku menyebutnya musibah
aku menyebutnya ujian
aku menyebutnya petaka
dan segala macam panggilan yang menggambarkan penderitaan

Pasti di dalam munajat malam dan disetiap akhir sholatku
aku minta semua yang mampu memuaskan syahwatku
aku ingin harta ya Rabb…
aku ingin rumahku lebih indah
aku ingin kaya
dan segala macam syahwat duniaku

bahkan dengan beraninya
aku menolak sakit
kutolak titipan kemiskinan
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku

Seakan
semua kasih sayang dan cintaNYA harus dihitung matematis

aku rajin beribadah,
maka seharusnya semua pendiritaan itu tidak ada
dan semua kenikmatan duniawi segera menghampiriku

dengan teganya aku minta DIA membalas “perlakuanku”
dan menolak senmua titah yang bukan inginku

Ya Rabb,
dikala tengadahku aku berucap syahdu
bahwa hidup dan matiku hanya untuk beribadah

—————————————————————————————–
One day you will ask me: What is more important to you, me or your life?
I will say: my life.
You will walk away from me without knowing that you are my life. yes you’re prepare to leave me now

—————————————————————————————–

Its Start from heaven…

Ahlan Wa Sahlan duhai Khadijahku

Saat sebelum aku hadir di dunia ini, kedua orang tuaku sangat mengharapkan kehadiranku, dan disaat aku terlahir didunia semua curahan kasih sayang murni hanya untukku. Aku dididik dari ayunan sampai aku menjadi seperti sekarang ini. Kasih sayang mereka tidak pernah habis, dan aku ngga pernah merasa kekurangan sedikitpun. Masih terngiang masa kecilku bermain disawah bersama kakek, sepupu, tante, adikku dan semua handau taulanku.

Sekian lama waktu bergulir, aku beranjak dewasa 28 butir uban ada dikepalaku kini aku telah siap untuk mengepakkan sayap dan dengan segala kerelaan, keihkhlasan juga mengharap segala ridho Illahi Robbi, aku melamarmu duhai kekasihku, aku akan menikahimu dan akan segera menikah, mengakhiri semua masa lajangku, masa huru haraku
Segera akan kubuka bersama istriku pintu pintu rejeki
Setengah dari agama segera akan aku laksanakan, dan itu adalah kodrat kita sebagai manusia. Betapa indahnya bila semua dilaksananakan atas petunjukNYA
Karena Semua hidupku untuk bernafas adalah titahMU,
Dalam tulus khusyuk doa aku mohon untuk segala keridhoanMU…
Ya Alloh Sang Penguasa Hati, Hamba mohon jangan pisahkan kasih sayang hamba dan kedua orang tua hamba dan orang tua istri hamba nantinya, biarkan tetap abadi bersemi
Ya Rohman, Ya Rokhim jangan pisahkan pula kasih sayang hamba, istri hamba dengan saudara saudara kami nanti..
Ya Rabb, Yang Mengetahui segala isi hati seseorang, jadikanlah kasih sayang dan cinta hamba selalu terjaga buat istri yang hamba cintai
Ya Alloh, ingatkan kami untuk selalu senantiasa bersyukur atas apa yang kami terima atas Nikmat dunia yang engkau serahkan kepada kami,
Hamba berdua takut menjadi umatmu yang kufur nikmatMU,
Berikanlah hamba bimbingan agar senantiasa istiqomah di jalanMU,
Berkahilah hamba dalam mengarungi hidup berdua nantinya Ya Alloh…

( ucapan dalam hati ketika aku mengkhitbah gadis cantik bermata kecil)

Kulirik dia dengan lembut, ada binar kebahagian dimata kami berdua, aura kami sama. pancaran cinta kasih yang selama ini aku dapat darinya seolah berangsur naik kadarnya.
sekali lagi, aku takjub melihat kebahagiaan itu.
Ya Alloh jangan biarkan ketakjuban hamba menguap seiring berjalannya usia hamba. Biarkan hamba tetap mengagumi keanggunannya…

Tanjungsari, 21 Nopember 2009, 23:40

Tentang Ketulusan

Dikala engkau mencintai seseorang, sentuh hatinya dan usaplah dengan kelembutan dan ketulusan yang muncul dari palung hatimu, ketulusan dalam hal ini berarti engkau mencintai dengan segala keikhlasan tanpa harus mengharap apapun imbalan dan pamrih darinya untuk mencintaimu. Dan seketika itu pula engkau akan terhanyut dalam ketenangan yang muncul menyeruak dari dalam jiwamu. ketenangan yang selalu menjadikan penyegar hatimu dikala mulai layu

ketulusan..ya ketulusan…kemungkinan hal ini mudah sekali untuk diucapkan,akan tetapi sesungguhnya hal ini menjadi hal yang sangat sulit jika kita tidak pernah menyelaminya dalam kehidupan kita.
Karena apa? karena ketulusan hadir dari lubuk hati yang terdalam..
dimana dia bisa memberikan pengertian akan arti sebuah cinta…
dimana dia bisa memberikan warna yang indah laksana pelangi didalam setiap tingkah laku dan tutur katamu…

Ketulusan yang engkau tanam disuatu saat akan berbuah kebahagiaan, bukan kekecewaan yang menyesakkan dada, dan membuatnya terbakar. Dengan kata lain jika engkau terlalu banyak mengharap cinta dari seseorang yang engkau cintai engkau akan sering ketidaktenangan, hatimu dipenuhi kegelisahan dan kekawatiran, dia akan diam dan akan terus ikut kemana saja hatimu bergerak.
Di titik itu cintamu bisa diprediksikan tidak akan pernah berdiri tegak di dalam jiwamu, karena hatimu tengah terombang ambing diantara perasaan ketakutan kalau kalau dia tidak mencintaimu atau bahkan membencimu

Wajar saja keputus asaan datang mendera menghampirimu, akan tetapi jangan sekali kali engkau menyesali semua yang telah engkau berikan pada seseorang yang engkau cintai, karena semua itu tak akan pernah sia sia…Semua ketulusan yang kita beri akan berarti bagi pertumbuhan jiwa dan mental kita
Karena segala ketulusan itu akan membakar duka laramu dan menumbuhkan benih benih cintamu pada hatinya

ketika hatimu dihuni oleh ketulusan, engkau akan sanggup untuk memberikan segala sesuatunya dengan ikhklas dan rela, senyuman terbaik kita akan selalu tersungging untuknya
dengan ketulusan engkau akan tetap bisa menerima segala keadaan ketika keadaan tidak sesuai dengan yang engkau harapkan, tapi engkau akan tetap sanggup untuk melihat anugerah yang begitu besar di dalam kehidupanmu…yaitu KETULUSAN..

Ketulusan akan mampu membuatmu selalu mengukir senyum meskipun hatimu berdarah darah ketika dirimu harus tetap tabah berjuang demi suatu kebenaran dan cinta yang murni

Memang, terkadang dibutuhkan suatu perjuangan dan effort yang panjang untuk menguji suatu ketulusan, tak jarang engkau harus bertahan dan terus berjuang untuk mengerti ketulusan yang ada di mata seseorang, bahkan tak sedikit air mata yang tertumpah dikarenakan mempertahankan suatu ketulusan di dalam lubuk hatimu

Namun disisi lain, ketahuilah dikala engkau memiliki hati yang tidak tulus, engkau hanya mengumbar kata kata manis di bibirmu tetapi hatimu menyimpan kebohongan dan dusta, ketika engkau tidak mengerti apa itu ketulusan, engkau akan menyingkirkannya ketika engkau merasa bahwa hal tersebut tidak engkau sukai.

Tapi dengan mengerti apa arti ketulusan, kau akan rela untuk mengucapkan maaf dimana kata ini sangat sulit terucap jika kita tidak memilikinya.

–dan ketulusan merupakan pondasi bagi cinta sejati yang selalu hadir di hati seseorang, Percayalah bahwa ketulusanmu adalah nafas cintamu–

Berbahagialah bagi kita yang memiliki….KETULUSAN

Untold Stories

lelaki aneh fikirmu
tanpa sepatah katapun
dan aku terus terdiam, sepanjang pertunjukan itu

-E Plasa, 13 November 2007, 19:15 – 20:45-

ada getaran hebat terasa kali pertama kau meraih tanganku…
ada kilatan sinar mata yang tak kuasa kumemandangnya….
ada cinta dimatanya…ada kelembutan dihatinya…
selembut engkau menebak rahasia tanganku…
ah…sungguh aku tak kuasa menatap bening matanya kala itu

-pantai marina, 15 November 2008, 16:15″-

9:30 kulihat tak ada namanya di chat…
oh..apa ini…apa ini Ya ALLOH…beri hambamu petunjuk
ternyata aku merindukannya…
aku mulai merasakannya saat itu
dan akhirnya rindu itu mencair…

-Pantry belakang, 18 November 2008, 9:45-

ada kaos hijau dikali pertama aku datang
ada kaos putih kali kedua aku datang
aku hanya ingin menemanimu
dan JCO itu hanya untukmu sayang….

-GARDENA KENDAL, 28 – 30 November 2008, 10 – 16:30-

detik itu masih kuingat…
saat kesendirianku mulai mencair..
tangis bahagia akhirnya pecah di ujung malam…
meleleh bersama luruhnya air mata…
dan malam itu aku terbang….

-Tanjungsari-Bukit Wato Wato- 1 December 2008, 00:45″

ada gamang, kelu dan nervous yang tak bisa kusembunyikan di kemeja biruku
wanita itu berkata dan berkisah lembut kepadaku…
disampingnya tersenyum manis wanita muda…
aku nervous…sumpah aku nervous
sayangku….sungguh bibirku kelu, huhh..dan engkau berlagak tak tau itu….

-Bukit Wato Wato, 4 December 2008, 19:38″-

ini kali ke 3…
ah..kenapa harus ada nervous itu lagi
lelaki berumur dengan mata teduhnya berkisah tentang anak gadisnya
kali ini wanita muda itu ternyata lebih memilih tv…
dia tak tahu membekunya bibirku
Sayangku…bagus..engkau meng-skak-mat aku…

-Bukit Wato Wato, 18 December 2008, Selepas Isya-

Thanks my spirit….please keep smile for me with your eternal smile…

Perselingkuhan hal yang (tak) termaafkan?

selingkuh-main_20080711

Ini menjadi topik yang hangat dan selalu berputar putar di benakku karena ada sahabat yang berkisah tentang dirinya yang hancur lebur dan berkeping keping. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan kehadiran cinta yang selalu penuh senyum dan menguatkan 2 belah pihak yang terkena panah aprhodite. Tapi kenapa hal seperti itu sepertinya musnah? kemana lagi senyum itu?

Pengkhianatan cinta , ya pengkhianatan cinta yang mnenjadikan sahabatku terjatuh dalam palung kesedihan tanpa ujung. Semua bercampur menjadi satu dalam dirinya, segala amarah, cemburu sakit hati terbalut kehampaan jiwa tanpa kekasih yang selalu dicintainya melebur menjadi satu dan bersemayam dalam jiwanya.
Ketika ketulusan cinta lahir bathin yang kita berikan, segala kesetiaan yang kita curahkan tidak dihargai oleh pasangan kita, laksana sembilu mengiris ulu hati, merobek hati, seakan akan kita adalah manusia yang tiada berguna.

Isak tangis dan suara parau dari seberang telepon cukup melukiskan betapa pedih dan perih bagi yang terkhianati. “Apa yang harus aku lakukan sahabatku? aku didera masalah yang benar benar aku tak ingin merasakannya, hatiku hancur lebur melihat dirinya membagi rindu, sayang dan cintanya pada orang lain”

Aku tertegun mendengar rintihannya aku tak tahu harus berkata apa?
Isak tangisnya, dan lelehan air matanya benar benar aku bisa merasakannya. Aku tersudut dalam ruangan yang benar tak ingin aku menempatinya. Hatiku bergejolak, antara memberikan solusi yang sangat baik dan solusi yang buruk. Sahabatku..sakit memang sakit, aku memposisikan diriku didirinya. Rasanya tidak kuasa hati ini mendengarkan setiap detil dari kisahnya yang memilukan.

Cinta yang tulus lahir dan batin, bagaimana bisa dibalas dengan perbuatan yang sangat menyakitkan dan berbuah penderitaan. Bagaimana pasangan menjaga sekuat tenaga rasa dan hatinya juga kesetiaannya agar selalu terpatri dalam hatinya akan tetapi hancur hanya karena sebuah perselingkuhan terkutuk. Aku sepenuhnya sadar bahwa seorang yang melakukan perselingkuhan tidak pernah memahami perasaan yang pasangan yang diselingkuhi. Bahkan mereka bisa tertawa tanpa rasa bersalah dan secara tidak langsung membunuh pasangan yang terselingkuhi.

Semua pasangan akan merasakan hancurnya perasaan jikalau melihat pasangan yang mereka cintai, (masih) begitu mencintai orang lain. Sakitnya tak terperi jika melihat seseorang yang kita sayangi menyayangi orang lain. Betapa terpuruk bilamana semua kesetiaan tergadaikan kepada orang lain, Duuhh cinta yang ternoda oleh pengkhianatan…sungguh tidak bisa dimaafkan.

Aku masih termangu dan tertegun mendengar parau nada suaranya, tak terasa akupun meneteskan air mata. tapi segera kuseka karena aku tak mau merusak suasana yang “khusuk” ini.

ditengah tangisannya..tegas aku berkata” kamu harus memaafkannya sahabatku”… sungguh..aku tak tau kekuatan apa yang mampu membuatku mengucapkan kata itu. Karena sumpah, aku bukan termasuk orang yang bisa mentolerir suatu perselingkuhan. Ujarku…Bagiku kata pengkhianatan (bukan perselingkuhan lagi) aku lebih suka menyebutnya pengkhianatan. memang tidak bisa dimaafkan, ingat betapa hati kita terluka, tergores sembilu dan luka ini tak akan bisa sembuh sampai kapanpun. dan oleh apapun juga.

Ibaratnya luka karena goresan belati akan bisa sembuh dengan merchurochrome. tapi…..hal ini sangat berbeda dengan luka yang bersemayam dihati, luka itu akan tetap ada dan ada disana, ribuan antibiotik tidak bisa menyembuhkannya ( bahkan antibiotik yang harganya 9000 sekalipun..:) (klo itu antibiotiknya kekasihku hehehehe) ). Dokter internis yang di Karyadi pun tidak bisa mengobatinya…dia akan tetap ada dan bersemayam disana…di relung hati yang terdalam.

Sahabatku..jangan terlena dengan perasaan yang menghanyutkan itu, jangan mau diperbudak oleh sakit hati yang tak terperi itu. hingga rasa itu bisa mengorbankan semuanya yang ada. Aku sangat percaya banyak sekali pengorbanan yang kalian berikan buat pasangan kalian. Sudahlah…biarkan saja semua itu, ikhlaskan semuanya. Ikhlaskan semua pengorbanan yang kita berikan kepada pasangan kita, mereka bener bener tidak mengerti dan memahami bahwa ketulusan kita begitu melibatkan semua asa, air mata, kehormatan dan harga diri yang ada dalam diri kita. Saya sepenuhnya yakin bahwa mata mereka saat ini sedang terbutakan keegoisan dan cinta buta yang membabi buta.

Sahabatku, justru kita harus bersyukur….kita harus bersyukur karena ALLOH selalu menjaga cinta yang tulus dan murni tanpa pamrih. ALLOH memberikan kita kesempatan untuk menjadi manusia yang penuh cinta, memiliki rasa setia dan rela berkorban buat seseorang yang kita cintai. Percayalah kita lebih mulia dimataNYA. kita lebih memiliki harga diri dibanding mereka.
Biarkan nanti di suatu saat mereka sadar betapa ketulusan kita tidak ternilai.

Maafkan dia Sahabatku….Maafkanlah dia…Kembalilah Padanya….

Semoga ALLOH mengampuni mereka, dan semoga ALLOH Selalu menjaga iffah dan izzah kita sebagai manusia…Amien.

-Mudahkanlah jalanku menuju keridhoanMU dan Sunnah RosulMU ya Rabb…-

-Semarang, 11 Juni 09, 22:04-

Renungkanlah walau sejenak…….

Temanku suka Penyair…
karena Dia orang yang tersakiti…
Temanku suka Penyair
karena Dia orang yang bodoh
Temanku suka Penyair
karena Dia orang yang mellow
yang mudah tertarik oleh kata katanya

Penyair..
buatkan Temanku puisi tentang sakit hati…
tapi Temanku tak bisa membenci sakit hatinya…
Penyair..
dulu engkau tawarkan
chivas regal atau madu yang manis
maafkan Temanku Penyair….
Ternyata Temanku meminum pilihan ke dua

Temanku berteriak girang ketika dia meminumnya
maniss banget dan seketika Temanku merasa sehat
makasih Penyair…

Tapi…
Penyair sekian hari berlalu..Temanku merasa tenggorokannya tercekat
Temanku merasa sesak, pandanganku kabur
tolong Temanku Penyair..Temanku telah meminum apa sebenarnya? jawab Penyair? tolong jawab…

Penyair bicara..Kamu tidak baca wahai idiot? Apa kamu buta?
dibawah gelas itu ada tulisan “This Honey is poisonous” lihat sekarang…

Temanku tidak sempat membacanya…
karena dia telah mati…

Mati menggenggam gelas….

Penyair..kenapa? kenapa kau tawarkan madu itu?
Untuk Chivas Regal: Temanku tahu dia tak sepenuhnya menawarkan kepada temanku.
Penyair sengaja menyimpannya untuk tamu yang pernah singgah di rumahnya…
yang ternyata selalu dinanti kehadirannya di rumahmu.

Penyair…
Burung merak itu berdiri di pusara temanku

Penyair…
Kamu pasti tahu siapa nama temanku itu….
Katakan padanya…Sekali kepercayaan hilang
Tak akan pernah cukup 100 kali usaha untuk menebusnya..

Serpihan masa lalu akan selalu menjadi musuhmu bila kau selalu membukanya.
Mungkin indah…tapi jangan larut dalam romantismenya
-Maaf Rendra…kali ini aku tidak suka puisimu-

Laki laki yang tak sempurna

laki laki itu datang dengan tidak sempurna
sangat tidak sempurna malah….
tapi dia tidak sendiri, banyak laki laki yang lebih tak sempurna
Dia sadar susah menjadikan kesempurnaan miliknya

Dia putuskan untuk memetik satu mawar
bunga yang berduri, yang melukai tangannya

Tapi ada tangan lain yang melarangnya

Jangan…jangan kau ambil bungaku!

Dia lebih pantas denganku…

Lihat, aku lebih sempurna, aku bisa tegak berdiri
aku bisa berlari, bahkan aku bisa mematahkan jarimu

Lihat dirimu duhai kisanak….
betapa menyedihkan…kau hanya bisa berdiri
itupun tidak sempurna, kamu masih sering jatuh

kau tidak bisa berlari….kau tidak bisa menyentuhku

Kau tak pantas memegang bunga itu…

Kembalikan padaku cepat…!!

Biarkan hamba memegang bunga ini duhai lelaki tampan perkasa
akan kuusahakan membuat taman kecil yang indah buatnya…
akan kubuat bunga ini terus mewangi…
dan satu yang pasti…
Aku bertekad tak akan membuatnya layu dan mati karena kekeringan

laki laki itu hanya bisa menjanjikan tekadnya yang utuh itu…

Sang Penyair

Tunjukkan padaku syairmu duhai Sang Pujangga…
apakah untukku?
atau untuk audiens?

« Older entries